Berbagi memang tidak harus melalui harta. Berbagi terhadap
sesama dapat diwujudkan dengan tenaga, maupun ilmu yang kita punya. Tidak hanya
agama Islam, agama yang lain pun pasti menganjurkan hambanya untuk berbagi
dengan sesamanya.
Berbagi dengan tenaga dapat beruba ikut kerja bakti
membersihkan Masjid, Gereja, atau Vihara. Gotong royong membersihkan lingkungan
sekitar juga termasuk dalam berbagi dalam wujud tenaga.
Sedangkan berbagi dalam ilmu dapat berupa mengajarkan apa
yang kita tau kepada yang membutuhkan. Dalam proyek kebaikan yang lalu, saya
beserta teman-teman saya mengajar mengaji di masjid yang berada di daerah
Pentul. Meskipun saya sendiri tidak terlalu fasih dalam mengaji, bahkan belum
khatam Al-Qur’an, setidaknya saya mengerti dan paham. Sehingga saya dapat
berbagi dengan adik-adik yang ada disana.
Kegiatan dimulai setelah Ashar, sekitar pukul 3 sore dan
selesai pukul 5 sore. Selama disana, saya mengkoreksi adik-adik yang maju
bergiliran untuk mengaji. Kebanyakan dari mereka memang sudah fasih dalam
mengaji. Padahal kebanyakan dari mereka masih duduk di bangku kelas 3 SD. Di
masjid tersebut juga ada siswa mengaji yang sudah duduk di bangku SMP maupun
SMA. Tapi kelas mereka terpisah. Dan buku yang mereka pakai juga berbeda. Jika
adik-adik SD menggunakan buku mengaji seperti Juz Amma, sedangkan Adik-adik
yang sudah SMP atau SMA sudah mulai menggunakan Al-Qur’an.
Dalam H.R Abu Nu’aim mengatakan:
Allah tidak memberikan
Ilmu kepada orang alim, melainkan ia telah mengambil perjanjian atas
nabi-nabi-Nya agar mereka memberi keterangan kepada manusia dan supaya mereka
tidak menyembunyikannya.
Dalan Hadist diatas dijelaskan bahwa Allah memerintahkan
agar umatnya tidak menyembunyikan ilmu yang mereka punya. Melainkan membaginya
kepada sesama. Sehinggga ilmu yang kita miliki dapat berguna bagi semua orang.