Chika Afrida
15.E1.0144
Orang tua adalah orang yang telah merawat kita sejak kecil hingga kita besar. Terutama Ibu kita, beliau rela mengandung kita selama Sembilan bulan dalam perutnya, dan saat melahirkan, beliau bertaruh nyawa demi kita. Sedangkan ayah kita? Ayah kita bekerja dari pagi hingga malam untuk membiayai segala yang kita butuhkan, mulai dari sandang, papan, hingga pangan kita. Namun, sudahkah kita membalas seluruh jasa orang tua kita? Karena pada dasarnya, sekeraas apapun usaha kita untuk membalas jasa orang tua kita, kita tidak akan sanggup untuk membalasnya.
15.E1.0144
Orang tua adalah orang yang telah merawat kita sejak kecil hingga kita besar. Terutama Ibu kita, beliau rela mengandung kita selama Sembilan bulan dalam perutnya, dan saat melahirkan, beliau bertaruh nyawa demi kita. Sedangkan ayah kita? Ayah kita bekerja dari pagi hingga malam untuk membiayai segala yang kita butuhkan, mulai dari sandang, papan, hingga pangan kita. Namun, sudahkah kita membalas seluruh jasa orang tua kita? Karena pada dasarnya, sekeraas apapun usaha kita untuk membalas jasa orang tua kita, kita tidak akan sanggup untuk membalasnya.
Pada kesempatan
yang lalu, saya bersama ketiga teman saya yang lain diberi kesempatan untuk
mengunjungi Panti Jompo Rindang Asih 2 yang ada di Sampangan Semarang. Berkunjung
ke Panti sendiri merupakan hal yang baru dan pertama kali bagi saya.
Kami tiba disana kira-kira pukul 10.00 WIB. Kami meminta
ijin terlebih dahulu kepada perawat disana. Sekitar
satu jam kami berada disana, saya sendiri merasa senang karena mampu
mendengarkan mereka bercerita tentang kehidupan mereka. Kebanyakan dari mereka,
menceritakan tentang mengapa mereka bisa berada disini, senang tidak mereka
berda disini, apakah mereka merasa betah berada disini, dan masih banyak lagi.
Kebanyakan dari mereka jujur merasa tidak betah karena mereka sebenarnya lebih
suka tinggal bersama keluarga mereka sendiri daripada harus
berada di Panti Jompo itu sendiri. Sebagian dari mereka juga banyak yang
dititipkan tetapi tidak pernah dijenguk lagi oleh keluarga mereka sendiri.
Namun
ada pula dari mereka yang hanya dititipkan untuk beberapa hari saja. Diantara
para oma dan opa disana, juga ada yang merasa senang disana, karena dengan
berada disana, mereka tidak lagi merasa kesepian, mereka memiliki teman untuk
tertawa serta berbagi cerita.
Saya sendiri sempat berkenalan dengan seorang opa
yang bernama Pak Rosman. Pak Rosman ini berasal dari Jakarta. Beliau dipanti
tersebut sudah sekitar satu tahun. Beliau dititipkan oleh anaknya karena
anaknya akan melanjutkan kuliah disebuah Universitas. Pak Rosman banyak
mesaehati saya bahwa saya harus rajin belajar agar mendapat nilai yang bagus.
Setelah berbincang banyak, kami berusaha menghibur
para oma dan opa dengan bernyanyi dan menari
bersama, banyak dari mereka yang tertawa senang karena mereka tidak
merasa kesepian
Dengan mengunjungi Panti Jompo, membuat saya
mengingat bahwa tidak seharusnya kita mensia-siakan orang tua, terutama ibu
kita yang telah melahirkan kita dengan bertaruh nyawa dan seluruh jiwa maupun
raga. Serta ayah yang telah bekerja dari pagi hingga malam untuk membiayai kebutuhan kita.
Bukankah dalam seluruh ajaran agama menganjurkan
kita agar menyayangi orang tua kita sendiri? Karena dalam Islam menngatakan
bahwa “Ridha orang tua adalah Ridha Allah”. Serta "murka orang tua adalah murka
Allah."
Lalu dalam surat An-Nisa ayat 36 dijelaskan bahwa:
"Sembahlah Allah dan
jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan apa pun. Berbuat baik lah kepada kedua
orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat
dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu
miliki. Sesungguhnya, Alloh tidak menyukai orang sombong dan membanggakan diri." (QS
An-Nisa: 36)
Kita
sebagai anak seharusnya lebih menyayangi dan mengasihi orang tua kita. Kita
harus bersedia mengasuh orang tua kita sendiri saat tua nanti sesibuk apapun
diri kita. Jangan sampai kita lupa akan jasa dan seluruh waktu yang telah
diberikan orang tua kita saat kita kecil.